Wednesday, March 19, 2014

Perseteruan di kelas Ultra Wide : Tokina 11-16mm f/2.8 AT-X 116 Pro DX Canon-ef vs Canon EF-S 10-22mm f/3.5-4.5 USM

www.chandradjiwa.blogspot 20          Canon EF-S 10-22mm f/3.5 USM               Tokina 11-16mm f/2.8 AT-X

Perseteruan Wide lens untuk kelas APS-C (bodi dengan sensor dengan crop fakto 1.6x) cukup seru juga untuk dibahas. Ide nulisnya sendiri dilatarbelakangi ketika saya pengen beli wide lens untuk bodi 60D saya. ada 2 pilihan yang cukup membingungkan saat itu, antara beli Canon EF-S 10-22mm f/3.5-4.5 USM atau Tokina 11-16mm f/2.8 AT-X 116 Pro DX Canon-ef .Setelah baca-baca referensi, tanya kanan kiri, akhirnya.. (bersambung hehe)

Bagi kalian yang mempunyai kamera berbodi APS-C dan ingin untuk berekplorasi untuk memotret dengan sudut lebar atau super lebar (dibawah 18mm), kalian punya beberapa opsi untuk jadi bahan pertimbangan. Jelas buat yang punya bodi canon, lensa canon akan jadi pilihan pertama. Yups, benar! Canon EF-S 10-22mm f3.5 – 4.5 USM. Tapi tunggu dulu! Kalian musti coba lihat tawaran dari pabrikan third party yaitu Tokina 11-16mm f2.8.

www.chandradjiwa.blogspot 14

Ngomongin soal Canon EF-S 10-22mm, sebenarnya sudah tidak ada yang perlu dibahas lagi. rentang zoomnya setara dengan 16-35mm pada bodi full frame. USM motornya halus banget dan cepat, MFnya juga bandel. Tapi si Tokiyem alias Tokina 11-16mm f/2.8 tidak mau kalah kualitas. secara kecepatan Tokina memimpin 1 stop diatas Canon. Body build si Tokina pun terbuat dari bahan polycarbonate yang terkenal kokoh. Tak cukup hanya itu, mekanis lensa Tokina pun berbahan solid metal, udah kaya tank dech pendeknya. Sedang si Canon berbahan plastik saja.

www.chandradjiwa.blogspot 17Namun Tokina mempunyai zoom range yang lebih pendek dari rivalnya Canon. Untuk saya pribadi, hal itu tidak berpengaruh sekali. Karena saya lebih sering memakai di ring 11mm, anyway ini kan lensa wide jadi kenapa harus repot dengan panjang zoomnya. Selain itu, Fakta mengatakan bahwa prime lens lebih optimal untuk lensa dengan rentang fokal konstan. Artinya lensa dengan rentang zoom yang lebih pendek akan dan pasti menghasilkan kualitas gambar yang lebih bagus dan tajam dibanding yang rentang zoomnya lebih panjang. Jadi kesimpulan saya, Canon kalah telak dari Tokina. Bayangkan saja selain rental zoomnya lebih pendek, Tokina juga mempunyai aperture/ bukaan yang lebih lebar di F/2.8.

Ketajaman

Masalah ketajaman lensa, Tokina lebih unggul dari Canon di bagian tengah dan pojok dari hasil jepretan. Selain memang bukaan Tokina yang lebih besar dari Canon, seperti yang sudah saya bahas diatas. Sedang untuk Canon 10-22 ketajaman dipinggiran gambarnya masih bisa dibilang bagus, kecuali pada rentang 22mm. Gambar yang dihasilkan cenderung soft pada f/3.5.

www.chandradjiwa.blogspot 15

Fokus

Kecepatan fokus Tokina 11-66mm sangat memuaskan, walau ada sedikit noise tapi tidak terlalu mencolok. Kemampuan mem-fokusnya pun cukup presisi. Catatan saya lebih pada mekanis tuas untuk AF dan MF nya yang terbilang unik. untuk mengganti dari mode AF ke MF anda cukup menarik atau mendorong ring fokusnya. Ini tidak sepeti kebanyakan lensa yang menggunakan tuas di bagian belakang lensa, jadi perlu waktu untuk membiasakannya.

Chromatic aberrations

Chromatic aberrations atau disingkat CA, yaitu bayangan berwarna pada bagian tepi objek menjadi masalah untuk kedua jenis lensa ini. CA biasanya berwarna kejingga-jinggaan. Tapi CA yang dihasilkan Canon sedikit lebih baik. Efek Flare pada Canon pun lebih baik ketimbang Tokina.

www.chandradjiwa.blogspot 18

Singkatnya, Tokina unggul dalam hal kecepatan, ketajaman, bahan lensa, dan vignet (atau tepi kehitaman di pojok gambar) yang dihasilkan lebih tipis atau kurang dibanding Canon. Secara hargapun Tokina lebih murah Rp 1.000.000an dibanding Canon. Jadi akhirnya (lanjutan paragraf 1) saya menjatuhkan pilihan saya pada Tokina 11-16mm f/2.8 AT-X PRO DX. selamat memotret!

Monday, March 17, 2014

EOS 7D Mark II akan dirilis pada Q2 2014

EOS 7D Mark II ditunggu oleh para video maker
www.chandradjiwa.blogspot 23
Berita mengenai peluncuran produk terbaru Canon EOS 7D Mark II direncanakan akan digelar pada perhelatan Q2 2014 yang kemungkinan akan jatuh pada bulan April, Mei, atau Juni tahun ini.
Sampai saat ini belum ada pengumuman resmi untuk detail spesifikasi untuk Bodi APS-C terbaru ini. Namun santer terdengar bahwa EOS 7D Mark II bakal dipersenjatai dengan fitur cinema yang tercanggih.
Kamera ini digosipkan akan dibangun dengan integrated grip (battery grip terintegrasi), besar kemungkinan jika hal tersebut benar, maka EOS 7D Mark II akan tampak seperti Canon 1D X junior. Sistem sensor terbaru juga akan disematkan pada bodi canon yang satu ini.
Prediksi Spesifikasi &D Mark II:
  • Sensor baru
  • sekitar 10 - 12 fps
  • Fitur video canggih
  • ISO 100 – 25600
  • Dual Pixel AF (lebih baik dari 70D)
Perkiraan harga, mencapai Rp. 22.000.000 an



Canon EF 70 -200mm F/2.8 IS II USM : Lensa idaman setiap Canoners

www.chandradjiwa.blogspot 4

Canon EF 70 -200mm F/2.8 IS II USM, ijinkan saya mengambil nafas panjang sebelum mulai menulis tentangnya. WOW!! Benar banget Lensa ini sangat WOW! Lensa Canon EF 70 -200mm F/2.8 IS II USM adalah lensa zoom yang paling tajam yang penah diciptakan (setahu saya). Tentu hanya lensa Leica yang mungkin mampu menyaingi ketajamannya. Saya tidak mencoba untuk lebay atau semacamnya, tapi memang tidak hanya tajam namun juga Canon EF 70 -200mm F/2.8 IS II memberikan distorsi terkecil dari semua jajaran lensa 70-200mm lainnya.

Dengan fitur istimewanya yaitu IS (Image Stabilization), anda dapat menyimpon tripod anda di rumah. tentu sangat menguntungkan dibanding dengan seri 70-200 mm yang belum dilengkapi dengan IS sistem.

www.chandradjiwa.blogspot 5

Tak cukup sampai di situ saja, Lensa ini bener-bener serem banget, bayangkan rotor AF nya sangat sangat halus dan hampir tanpa vibrasi. Hanya dalam kedipan mata dan semua objek yang anda bidik sudah dalam posisi fokus, cepet banget.

Untuk mencari fokus secara manual, anda cukup langsung memutar cincin fokusnya untuk manual fokus overide atau secara otomatis berubah jadi mode manual. Sangat simple dan handy.

www.chandradjiwa.blogspot 7Maka tidaklah heran kalau lensa ini mendapatkan tempat istimewa di hati para Canoners dan menjadi wajib-punya bagi para pemotret professional. Lensa ini sangat cocok untuk memotret orang (human interest), potrait, landskap, potrait, weddding, ya apapun jenisnya yang membutuhkan lensa zoom terbaik. Lensa ini dikhususkan hanya bagi mereka yang benar-benar pro, mengingat harganya yang fantastis. Dengan bandrol seharga Rp. 20.300.000, Canon benar-benar menciptakan lensa ini dengan sempurna. Tidak hanya cap lensa, anda juga akan mendapatkan hood ET-87 plus tas lensa istimewa LZ1326 zippered.

 

untuk punggunaan yang tidak terlalu khusus, anda bisa mendapatkan Canon 70-200mm f/4 IS dengan harga yang setengah kali lebih murah dan juga lebih ringan. Tetapi jika anda mengutamakan ketajaman gambar dan sistem auto fokus yang cepat, Canon EF 70 -200mm F/2.8 IS II merupakan pilihan terbaik sekaligus termahal.

adapun Canon EF 70 - 200mm f/2.8L IS USM II adalah generasi terbaru, dari lensa pendahulunya Canon EF 70 - 200mm f/2.8L IS USM yang dirilis pada tahun 2001.

www.chandradjiwa.blogspot 6

Dalam hal kompabilitas nya, Lensa L ini dioptimalkan untuk kamera analog 35mm dan full-frame digital, dan tentu saja bekerja masih cocok untuk dipasngkan dengan Bodi bersensor APS-C.
Pada intinya Canon EF 70-200mm EOS f/2.8L IS II mampu bekerja sempurna pada setiap kamera Canon EOS yang pernah dibuat sejak tahun 1987.
Canon EF 70-200mm EOS f/2.8L IS II USM, maksudnya??

Well, EF (Electronic Focus) yang berarti bahwa sistem motor autofocus sudah ditanamkan pada lensa ini. Semua lensa Canon sudah dilengkapi dengan EF sistem sejak tahun 1987. L secara teknis tidak berarti apa-apa, tapi banyak yang mengatakan L adalah kepanjangan dari Luxury / mewah. Kalau untuk saya pribadi L berarti lensa bekerja optimum pada bodi full-frame. IS (Image Stabilization) yang berarti Anda dapat meninggalkan tripod anda di rumah. USM berarti Ultra-Sonic Motor. Ini berarti autofocus sangat halus, dan bahwa Anda cukup memutar cincin fokus pada lensa untuk mengaktifkan mode fokus manual.

www.chandradjiwa.blogspot 8Untuk susunan optiknya, Canon EF 70-200mm EOS f/2.8L IS II terdiri dari 23 Elemen dalam 19 Kelompok. 1 fluorit dan 5 elemen UD. adapun sistem fokus maupun zoom nya terletak di bagian internal lensa, sehingga tidak ada bagian yang bergerak memanjang atau memendek saat anda menggerakan cincin fokus maupun zoom nya.

Canon 70-200mm f/2.8L IS II adalah lensa favorit bagi ribuan fotografer profesional karena kemampuan optiknya yang luar biasa, autofocus yang cepat dan tangguh dengan hampir keseluruhan mekanis lensa berbahan logam.
Di sisi lain, memang lensa ini termasuk berat secara fisik dan juga berat di kantong alias mahal banget. Namun performa dan daya tahan yang tangguh dari lensa ini membuatnya mendapatkan tempat yang istimewa di hati para fotografer. Harga yang fantastis membuat anda yang hanya sekedar penghobi harus berpikir dua kali untuk membelinya. Selamat memotret!

Thursday, March 13, 2014

Canon EF-S 18-200m f/3.5-5.6 IS

 
www.chandradjiwa.blogspot 12
Canon EF-S 18-200m f/3.5-5.6 IS 
Bagi Anda yang gemar travelling atau nggak mau ribet gonta-ganti lensa untuk mendapatkan objek foto yang menarik, maka anda memerlukan lensa sapu jagad. Dengan rentang yang sangat lebar, Canon 18 -200 akan membuat anda nyaman dan puas dalam memotret tanpa harus ribet mengganti lensa. di rentang lensa 18mm (sudut lebar) anda akan dapat dengan mudah menangkap pemandangan indah di depan mata anda secara menyeluruh, dan dengan cepat mendapatkan detail objek di rentang 200mm (super tele) hanya dalam hitungan detik. Selain itu lensa ini juga mempunyai kemampuan auto fokus yang super cepat, sehingga anda tidak perlu khawatir akan kehilangan momen yang penting. Hal tersebut membuat Lensa ini layak menjadi salah satu koleksi anda.
www.chandradjiwa.blogspot 13Walaupun lensa Canon 18-200 merupakan salah satu lensa wajib bagi para photographer, namun lensa ini memiliki satu kelemahan yang cukup serius dalam sistem AF. Canon 18-200 IS memiliki sistem AF yang cukup uzur untuk teknologi auto fokus saat ini. Sistem Auto fokusnya bekerja dengan menggerakan cincin fokusnya, sehingga anda tidak boleh sama sekali memutar cicin fokus saat lensa disetel di mode auto fokus atau sistem autonya akan rusak.
Parahnya lagi , anda harus merubah switch AF pada lensa menjadi MF (Manual Fokus) sebelum anda bisa menggerakan cincin fokusnya. Hal ini tentu cukup merepotkan photographer yang terbiasa menggunakan manual fokus dalam menentukan fokus foto mereka. Dibandingkan dengan Nikon 18 -200mm VR di mana anda bebas menggerakan cincin fokusnya kapanpun karena secara otomatis sistem fokus lensa akan merubahnya ke mode manual, tentu Canon 18-200 IS akan terasa sangat kuno dan menyebalkan.
www.chandradjiwa.blogspot 9
Dalam mode MF (Manual Fokus) cincin fokus dapat diputar dengan cepat dan mudah. Cincin fokus berputar kurang dari 1/8 kali putaran dari titik infinity ke perbesaran maksimal (45cm), hal tersebut membuat pemotret mengalami kesulitan untuk fokus mendapatkan fokus yang presisi pada FL atau rentang lebar. Dengan kata lain, Canon 18-200 memang difokuskan untuk penggunaan pada mode AF saja.
Walau harus diakui, Canon telah memiliki lensa sapu jagad 28 -135mm IS pertama di dunia sejak tahun 1990, sementara Nikon baru dapat meluncurkan 24 -120mm VR pada tahun 2003 dengan kualitas yang jauh lebih rendah. Akan tetapi Canon baru merilis lensa sapu jagad 18 -200 untuk DSLR dengan sistem sensor APS-C tiga tahun setelah Nikon 18 - 200mm VR dilempar ke pasar.
Untuk distorsi, lensa ini cukup bisa diandalkan. Distorsi yang dihasilkan pada rentang 18mm (rentang terlebar pada lensa) sangat baik atau hampir tidak terlihat, kecuali anda memotret landskap horison pantai yang memiliki garis lurus di sepanjang tepinya, mungkin akan sedikit terlihat distorsinya.
Untuk persoalan zooming atau perbesaran, lensa Canon 18-200 mempunyai performa yang baik. Dengan rentang yang sangat besar, tentu saja pengguna lensa ini harus bolak balik memutar cicin zoom lensa dalam memotret. Selain itu, mengingat panjang dan beratnya lensa maka lensa ini tidak dilengkapi dengan penahan otomatis seperti pada lensa Canon 18-135mm. Zoom lensa ini akan melorot/memanjang jika anda arahkan lensanya ke bawah, sehingga lensa ini dilengkapi kunci switch manual untuk menjaga lensa di rentang 18mm (pendek). Sehingga anda harus menggerayangi switch penguncinya sebelum anda memotret dengan zoom.
 
www.chandradjiwa.blogspot 10Spesifikasi
Focal Length : 18-200mm. Setara dengan lensa 29 – 320 mm pada body full frame.
Optik : terdiri dari 16 elemen dalam 12 group. 2 diantaranya merupakan UD (magic) glass and 2 lainnya adalah elemen aspherical. 5 group helical zoom.
jarak fokus terpendek: 0.45 meter.
Rasio maksimum : 1:4.2.
diameter lensa : 3.1" (78.6mm)
dapat dipasang dengan filter berdiameter 72 mm.
Berat : 596.5 g
Dirilis pada 26 Agustus 2008
Harga : Rp. 6.098.900
Secara umum, performa Canon 18-200mm IS sangat hebat, lensa ini memiliki ketajaman yang baik dengan rentang zoom besar dan cukup handal untuk memotret makro. Distorsi yang dihasilkanpun masih dalam dosis yang normal. Ditambah sistem AF super cepat dan sangat akurat, namun sayangnya mekanisme sistem AF yang melekat pada lensa ini masih bisa dibilang primitif. Sistem AF Canon 18-200 benar-benar nampak seperti generasi pertama mereka yang dirilis di tahun 1987an. Saya pribadi adalah salah satu pengguna lensa ini untuk melengkapi bodi 60D saya. Sangat praktis untuk kebutuhan memotret yang kompleks dan mendapatkan momen-momen penting tanpa repot gonta ganti lensa. Cukup baik (walau belum bisa menyaingi secara kualitas) untuk menggantikan lensa Canon 70-200mm L untuk zoom dan Tokina wide 11-16mm dengan harga yang tentunya jauh lebih ceria dikantong anda. Selamat memotret.


















Monday, March 10, 2014

Canon 18-135mm STM: Lensa Sapu Jagad terbaru, praktis dan murah

Berbicara mengenai jajaran lensa sapu jagad, Canon memiliki koleksi yang menarik untuk diulas. Salah satunya adalah lensa Canon 18- 135mm STM. Sebagai salah satu produk lensa kit canon yang sangat populer untuk kamera DSLR dengan sensor APS-C (non full frame), lensa ini mempunyai beberapa catatan khusus yang perlu diketahui oleh para pengguna lensa sapu jagad.

www.chandradjiwa.blogspot 2

Sebagai lensa sapu jagad, Canon 18 - 135mm STM sangat cocok untuk pemotretan dalam berbagai situasi dilengkapi dengan sistem auto fokus yang cepat. Ditambah dengan rentang focal length yang panjang, memungkinkan lensa ini untuk dapat membidik objek dengan batas sudut normal terlebar pada 18mm hingga detail fokus terjauh pada FL 135mm, itulah mengapa lensa ini mendapat julukan lensa sapu jagad.

Anda tidak membutuhkan lensa lain jika anda memiliki lensa ini karena lensa Canon yang satu ini sangat praktis dan efisien untuk memotret, jadi Anda tidak perlu repot bongkar pasang lensa Anda.

Dibanding generasi sebelumnya, 18-135mm EF-S IS, lensa 18-135mm STM terbaru terlihat sedikit lebih pendek dan penambahan fitur tuas pengunci zoom seperti yang terdapat pada lensa 18- 200mm. Selain itu, Canon juga melengkapi 18-135mm STM berdiameter 67mm ini dengan manual-fokus override yang membuat anda tidak perlu repot menggeser tuas AF ke MF sebelum memutar cincin fokusnya seperti pada generasi sebelumnya. Namun Cincin fokus pada kondisi manual fokus (MF) di lensa 18-135mm STM tidak sepenuhnya manual, ia tidak terhubung dengan apa pun secara manual, sehingga ada penundaan/ delay waktu antara saat Anda memindahkan cincin dengan pergerakan lensa itu sendiri. Kecepatan di mana lensa bergerak yang tidak terkait langsung dengan seberapa jauh atau seberapa cepat Anda memutar cincin, hal itu tentu jadi aneh bagi para penggunanya. Ini tidak seperti ring manual fokus seperti yang dimiliki lensa 15 - 85mm , 17 - 55mm atau 17 - 85mm dimana cincin fokusnya langsung berhubungan dengan gerak lensanya.

 

www.chandradjiwa.blogspot

Modifikasi besar lain dari generasi sebelumnya adalah bahwa rentang zoom dari 24mm ke 18mm telah tersebar rata pada cincin zoomnya, sehingga lebih memudahkan untuk mengatur framing yang presisi untuk pemotretan dengan sudut yang lebar. Sedang pada lensa 18-135mm EF-S IS, rentang zoomnya pada focal length 24mm -18mm sangatlah sempit.

Canon menamai lensa ini CANON ZOOM LENS EF-S 18-135mm f/3.5-5.6 IS STM bukannya tanpa maksud. EF (Electronic Focus) yang berarti bahwa sistem motor autofocus sudah ditanamkan di lensa ini. Semua lensa Canon sudah dilengkapi dengan EF sistem sejak tahun 1987. -S (small format) yang berarti bahwa lensa ini hanya bekerja pada, Bodi Canon DSLR yang bersensor APS-C (non full-frame). IS (Image Stabilization) yang berarti Anda dapat meninggalkan tripod anda di rumah.

STM berarti Stepper (AF) motor. berbeda dengan sistem USM, STM menggerakan ring fokus secara elektronik, hal ini membuat AF lensa bergerak lebih mulus dan hening (tidak menimbulkan suara) sangat cocok untuk mode live view maupun optimasi pada mode video. namun dilain pihak, terjadi sedikit delay antara pergerakan cincin fokus dan lensa.

Komposisi lensa terdiri dari 16 elements dalam 12 groups, 5 zoom group, Multicoated, plus fasilitas Internal focus.

Ergonomi lensa ini terbilang sempurna dikelasnya, kecuali untuk manual fokus aneh. Anda hanya perlu menekan tombol shutter dan dapatkan hasil foto yang tajam dan sempurna.

Zooming sangat menyenangkan , dengan jarak logaritmik sempurna . Sangat mudah dan cepat untuk mengatur bidang foto yang tepat pada seluruh kisaran zoom,tidak seperti kebanyakan lensa Canon lainnya (24 -105mm IS L, misalnya ) yang terfokus di ring zoom lebarnya saja.

www.chandradjiwa.blogspot 3Pegangan zoomnya pun mengagumkan. Dengan bahan karetnya yang nyaman dan dapat melekat baik di jari- jari saya, lensa ini memberikan grip yang mantap saat saya menggunakannya. terlebih putaran zoom dari lensa ini begitu halus dan ringan, bahkan saya cukup menggunakan satu jari saja untuk menggerakkan cincin zoomnya. Hal ini memungkinkan anda untuk bisa melakukan pemotretan sepanjang hari tanpa harus kuatir membuat jari – jari anda menjadi pegal atau terkilir, ini tidak berlaku ketika anda menggunakan lensa 24 - 105mm IS L yang nota bene cukup berat dalam menggerakan ring zoomnya.

Canon 18-135mm STM dibangun dengan konstruksi yang cukup baik. seluruh eksterior berbahan plastik berkualitas tinggi (kecuali untuk mount-nya), terlihat sangat kokoh dan bandel.

Singkatnya, Canon 18-135mm STM akan menjadi salah satu lensa yang laris manis di pasaran, mengingat harga, kualitas serta kegunaannya yang sulit untuk dikesampingkan begitu saja. Dengan manual-focus override dan zooming yang mulus, lensa ini Canon 18-135mm STM memberikan lebih dari kebanyakan lensa keluaran Canon lainnya. Keren! Selamat memotret!

Sunday, December 1, 2013

Pilih DSLR Terbaik 2013 Canon 5D Mark III vs Nikon D800

Mending Canon 5D Mark III atau Nikon D800? Hmmm, jika uang ada, kedua pilihan kamera DSLR terbaik ini jelas membuat bingung. Ya, memang mereka berada di kelas yang sama. Otomatis mulai dari fitur, kinerja, dan harga, tidak jauh berbeda. Lalu, apakah anda akan berdiam diri melamun dan berandai-andai terus, dan akhirnya tidak jadi beli kamera? Tentu tidak bukan. Ok, sekarang kita lihat masing-masingnya dengan lebih dalam. Jika kemudian dari salah satu atau salah banyak paparan berikut ini menguatkan atau melemahkan pilihan anda, itu bagus. Artinya anda sudah semakin dekat dengan pilihan kamera DSLR terbaik bagi kebutuhan, kebiasaan, dan keinginan anda. Dan itu bagus. Semoga tidak malah bikin tambah bingung ya…. Hehe….

Mengapa mereka kamera terbaik? Padahal bukan yang paling mahal?

Canon 5D Mark III dianggap hanya kalah dari Canon 1DX yang seharga lebih dari 50 jutaan. Sedangkan Nikon D800 adalah kelanjutan Nikon D700. Kualitas dan performanya hanya kalah dari Nikon D4 yang dianggap sebagai DSLR terkuat milik Nikon. Canon 5D Mark III dan Nikon D800 termasuk dalam kategori DSLR Full Frame dan direkomendasikan bagi fotografer kelas professional mendekati kelas flagship. Keduanya juga memiliki teknologi prosesor terbaru yakni EXPEED 3 untuk D800 dan DIGIC +5 untuk 5D Mark III.

Desain

Selayaknya DSLR professional lain, Canon 5D Mark III dan Nikon D800 memiliki tombol banyak dan layar monitor untuk pengaturan Exposure diatas. Perbedaan yang mencolok adalah Nikon D800 memiliki desain karet viewfinder yang berbentuk bulat, sedangkan 5D masih standar kotak. Sedangkan pada bagian grip belakang 5D terlihat lebih luas dengan bahan karet yang hampir menenuhi sisi kanan body belakang kamera. Lekukan untuk penyangga jempol juga sangat memenuhi kenyamanan pengguna.

Canon 5D Mark III vs Nikon D800Berbeda dengan D800 yang memiliki area grip belakang standar dan karet yang hanya sebagian saja. Selain itu, Nikon juga tetap memasang dial serba guna untuk Shutter Speed dan pengaturan lain di bagian atas kanan. Tidak terlihat hal yang sama pada 5D, dan Canon agaknya tetap memasang dial serba gunanya hanya pada bagian atas. Bagi yang terbiasa menggunakan DSLR semipro Nikon tentunya lebih terbiasa menggunakan 2 dial dibelakang dan belakang. Selebihnya kedua kamera ini menggunakan bahan utama yakni Magnesium alloy.

 

Spesifikasi

Berbicara tentang spesifikasi pastinya merupakan kekuatan bagi kedua kamera dan mungki menjadi penentu siapa yang terbaik. Canon 5D Mark III hadir sebagai DSLR yang memiliki ukuran efektf pixel  hingga 22.3 Megapiksel. Sedangkan Nikon D800 memiliki ukuran efektif pixel lebih jauh yakni mencapai 36.3 Megapiksel. Ukuran 36.3 Megapiksel ini tentunya merupakan langkah jauh dari Nikon setelah sebelumnya mereka hanya memiliki D3 dengan ukuran 12 Megapiksel.

Tentunya ukuran ini akan mempengaruhi besaran hasil foto, Anda bisa mencetak ukuran foto sangat besar dengan efektif pixel 36.3 Megapiksel. Meski kalah dalam efektif pixel, Canon 5D Mark III ternyata justru unggul pada banyaknya titik Autofocus. Setidaknya D800 hanya memiliki 51 titik dengan 15 cross type poin, sedangkan 5D Mark III memiliki 61 titik dengan 41 cross type point. Pastinya dengan ada titik Autofocus sebanyak itu memberi keleluasaan bagi fotografer yang ingin menangkap detail foto lebih luas.

Mengenai sensivitas cahaya ISO, Canon boleh lebih berbangga lagi karena menawarkan angka lebih banyak dan tinggi yakni 100 sampai 25600 kemudian ditambah ekspansi hingga 102400. Coba saja bandingkan dengan D800 yang hanya menawarkan angka ISO dari 100 sampai 6400 dengan tambahan ekspansi 25600. Pada penggunaan ISO maksimal 25600, gambar dari D800 sedikit lebih noise dibandingkan gambar milik 5D Mark III. Namun dalam kekurangannya tersebut ternyata gambar dari D800 masih memiliki detail bagus dan warna kontras yang terjaga. Kemudian beralih pada kecepatan rana yang keduanya memiliki batasan maksimal sama yakni 1/8000 detik.

Continous Brust atau sederhananya fitur pemotretan beruntun,  Canon 5D Mark III sekali lagi lebih unggul dengan kisaran 6 frame per detik. Bandingkan dengan Nikon D800 yang hanya mampu memotret dalam kisaran 4 frame per detik. Banyaknya kemampuan dalam Continous Brust juga didukung dengan baterai Canon LP-E6 yang bisa digunakan hingga 950 pengambilan foto. Sedangkan Nikon menyatakan bahwa baterai EN-EL15 dalam D800 hanya bisa digunakan untuk 900 pengambilan foto.

Ketahanan dan Lampu Kilat

Dengan segala kelebihannya ternyata Canon 5D Mark III tidak memiliki ketahanan Shutter lebih baik dibanding Nikon D800. Pasalnya Shutter Count D800 diklaim bertahan hingga capaian angka 200 ribu, sedangkan 5D Mark III hanya bertahan hingga 150 ribu saja.

Dan satu lagi kelemahan dari 5D Mark III, yakni ketiadaan built in flash pada body sehingga penggunanya harus selalu menggunakan flash eksternal untuk kebutuhan lighting lebih. Bandingkan dengan D800 yang tetap memiliki built in flash pada body. Cukup mengherankan memang, kamera dengan harga puluhan juta ternyata tidak memiliki built in flash. sumber: Paseban.

Harga dan Kesimpulan

Untuk masalah harga, di pasaran Indonesia Nikon D800 dibanderol dengan harga Rp 29 jutaan. Sedangkan Canon 5D Mark III mencapai Rp 34 jutaan. Beda 5 jutaan. Bagi yang memang butuh dan ada uang, beda 5 juta rentangnya tidak jauh. Bagi pemula, atau orang yang tidak terlalu butuh kamera DSLR, beda 5 juta itu rentangnya jauh sekali. Jadi, anda termasuk orang yang mana? Hehe… Silahkan timbang-timbang lagi.

Monday, November 25, 2013

Nikon D5300: DSLR Bagus Dengan WiFi

Nikon D5300 harga spesifikasi vs Canon EOS 700D | Jaman sekarang memang susah jika tidak memiliki sambungan internet. Kemudahan untuk sharing foto hasil jepretan kamera anda secepat mungkin menjadi salah satu kemudahan yang diinginkan banyak orang. Nikon D5300 adalah jawaban dari saingan terbesar Canon untuk konektivitas lebih dari sebuah kamera DSLR.

Begitu pentingkah WiFi di DSLR?

Tergantung anda juga sih. Seberapa narsis anda. Seberapa cepat anda ingin berbagi hasil jepretan via youtube, Facebook, atau instagram? Kalau secepat mungkin, ditambah jika anda fans Nikon, maka kamera D5300 ini menjadi pilihan yang sulit ditolak.

Jika anda tidak segitunya bernarsis-narsis, bisa-lah ditunda.

Kelebihan lain dari keberadaan Wi-Fi di D5300 ini juga bisa dipakai untuk memotret dari jarak jauh (remote control shooting). Juga ada fitur GPS yang memudahkan anda memberi geo-tag pada hasil jepretan anda.

Fitur unggulan lainnya

Supaya agak jelas dengan fitur-fiturnya, kita lihat saja spesifikasinya seperti berikut:

  • 24.1MP DX format CMOS sensor, without OLPF
  • EXPEED 4 processing
  • ISO 100-12800 standard, up to 25600 expanded
  • 5 fps continuous shooting
  • 39 point AF system, 9 sensors cross type
  • 2016 pixel RGB metering sensor
  • 1080p60 video recording, built-in stereo mic
  • 1.04M dot 3.2" vari-angle LCD monitor

Nikon D5300 vs Canon EOS 700D

Kalau dibandingkan dengan yang setara, Canon EOS 700D, menjadi seperti ini:

 

Nikon D5300

Canon EOS 700D

Sensor resolution (type)

24MP CMOS (no OLPF)

18MP 'Hybrid CMOS'

Autofocus System

39 AF points (9 cross-type)

9 AF points (all cross-type)

ISO sensitivity

100-12800 (max 25,600 equiv)

100-12800 (max 25,600 equiv)

Display size / resolution

3.2in, 1.04M-dot vari-angle

3in, 921k-dot vari-angle (touch-sensitive)

Maximum framerate (DX mode)

5 fps

Movie Mode

1080 60p/30p

1080 30p

Battery life (CIPA)

600 shots

440 shots

Dimensions

125 × 98 × 76 mm
(49.2 × 3.9 × 3.0 in)

133 x 100 x 79 mm
(5.2 x 3.9 x 3.1in)

Weight (without battery)

480 g (16.9 oz)

580 g (20.4 oz)

Yang membuat banyak orang kepincut dengan Nikon D5300 adalah kemampuan autofocus-nya yang sampai 39 AF points, dan kemampuan perekaman video pada 1080 sampai 60p. Asyik banget tuh…

Berapa harga Nikon D5300?

Harganya sekitar diperkirakan akan dijual dengan harga US$ 800 (body only), atau US$ 1400 jika dilengkapi dengan lens kit.

◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2011 Chandra Djiwa is proudly powered by blogger.com | Design by Tutorial Blogspot Published by Template Blogger